Resiko berbahaya vaksin polio oral


Vaksin Polio Terinaktivasi (IPV)

IPV (Inactivated Polio Vaccine), atau disebut juga vaksin Salk, dikembangkan oleh Dr. Jonas Salk pada tahun 1952. Vaksin tersebut berupa suspensi jernih tak berwarna untuk injeksi subkutan. IPV mengandung 3 strain virus polio (tipe 1, 2, dan 3) yang ditumbuhkan pada kultur sel kera dan diinaktivasi menggunakan formaldehid. Uji klinik IPV dimulai pada tahun 1954 dan menunjukkan hasil yang mengejutkan dengan penurunan kasus kejadian polio pada kelompok uji. Ijin distribusi IPV segera disetujui oleh pemerintah US pada tahun 1955. Pada tahun 1987, versi baru dari IPV yang lebih poten diproduksi dengan menggunakan kultur sel manusia dan memiliki kandungan antigenik yang lebih tinggi daripada vaksin aslinya.

Keuntungan: virusnya tidak hidup sehingga lebih mudah penanganannya daripada vaksin polio oral (OPV); tidak ada resiko polio akibat vaksinasi (vaccine-associated polio paralysis, VAPP); imunisasi memunculkan imunitas pada 3 tipe virus polio.

Kerugian: IPV hanya menginduksi imunitas yang rendah pada saluran pencernaan; harganya lebih mahal daripada OPV; perlu petugas khusus untuk penyuntikannya.

Vaksin Polio Oral (OPV)

Vaksin polio oral (OPV) dikembangkan pada tahun 1958 oleh Dr. Albert Sabin. Sabin melemahkan virus polio dengan mensubkultur virus pada sel epitel ginjal kera. Vaksin polio oral yang umum dipakai adalah trivalent, yang berarti mengandung 3 strain virus polio. OPV trivalent menginduksi sistem kekebalan jangka panjang pada saluran pencernaan dari berbagai bentuk virus polio.

Kerugian: kerugian yang paling serius dari OPV adalah resiko polio paralisis terkait dengan vaksinasi yang diberikan. Kenyataannya, pada vaksin yang mengandung virus yang dilemahkan, ada bahaya akan perubahan status dari virus yang dilemahkan menjadi virus yang virulen. Diperkirakan 1 kasus pada tiap 2,5 juta dosis OPV yang didistribusikan mengakibatkan VAPP. Selain itu, resiko tersebut meningkat secara signifikan pada dosis pertama OPV, yaitu mencapai 1 kasus per 790.000 dosis yang diaplikasikan. Bahkan resiko tersebut meningkat hingga 1 kasus per 520.000 anak yang divaksinasi OPV pertama kali.

Sumber: http://www.brown.edu/Courses/Bio_160/Projects1999/polio/vac.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: